KISAH KITA ini di tulis oleh narasumber, kejadaian dan pengalaman pribadinya di tuliskan dalam bentuk cerpen, walaupun ada beberapa aku hapus dan aku edit agar enak di baca dan di pahami oleh pembaca, tapi aku tidak mengubah alur ceritan nya, ceita ini di kirim oleh.
Vanerue kenedy
Perkenalan kami
berawal dari no hp yg diberikan
oleh temanku , aku mengenal dia lewat komunikasi hp itu, percakapan dan pesan
yang kita lakukan membuat hubungan kami semakin asyk
dan nyaman, W alaupun awalnya aku belum tau dia sperti apa.
Hari demi hari berganti, aku semakin akrab dan merasa nyaman sama dia.
Dia salah satu siswi disebuah SMA negeri dikampung aku, sedangkan aku sekolah di salah satu SMK swasta disebuah kota kecil, yg tak begitu jauh jaraknya dari kmpung aku.
percakapan kami lakukan lewat Hp, kadang aku sms atau nelpon & begitu juga sebaliknya.
Dengan komunikasi itu aku bisa membayankan dia seperti apa?, Orangnya baik, asik, ramah, berwibawa dan apa adanya. Gak tahu kenapa hati ini ingin sekali bertemu dan melihat fisiknya langsung di mata ini percakapan lewat teknologi membuat aku jadi hilang arah dan gak sabaran ingin pulang kmapung dan bertemu sama dia, tapi sekolah aku belum libur dan sebentar lagi lebaran idul fitri, sudah jadi tradisi keluarga kami lebaran idul fitri tempat berkumpulnya keluarg besar di kampung. dan begitu juga dengan aku yang merantau di kota kecil untuk melanjutkan pendidikan di wajibkan pulang untuk berkumpul sama keluarga tercinta. Aku pikir nanti ajalah, kalau udah libur sekolah biar hemat ongkos.
heheheheheheh.
maklum anak rantau kos lagi. Hari-hariku selalu memikirkan nya, aku juga berkeyakinan, dia pasti cantik, bersih, putih, dan bertubuh ideal seperti yang aku harapkan, gumam ku di dalam hati.
Aku sering larut dalam lamunan dan tidak bisa konsentrasi belajar di kelas, dan tidak tahu sudah berapa kali aku di tegor guru di kelas Karena tingkah laku yang tidak bisa konsentrasi menerima pelajaran di kelas, Karena ada sesorang yang menari-nari di pikiran ku.
Tiga minggu berlalau dan hari kemanaganpun tiba,
Hari demi hari berganti, aku semakin akrab dan merasa nyaman sama dia.
Dia salah satu siswi disebuah SMA negeri dikampung aku, sedangkan aku sekolah di salah satu SMK swasta disebuah kota kecil, yg tak begitu jauh jaraknya dari kmpung aku.
percakapan kami lakukan lewat Hp, kadang aku sms atau nelpon & begitu juga sebaliknya.
Dengan komunikasi itu aku bisa membayankan dia seperti apa?, Orangnya baik, asik, ramah, berwibawa dan apa adanya. Gak tahu kenapa hati ini ingin sekali bertemu dan melihat fisiknya langsung di mata ini percakapan lewat teknologi membuat aku jadi hilang arah dan gak sabaran ingin pulang kmapung dan bertemu sama dia, tapi sekolah aku belum libur dan sebentar lagi lebaran idul fitri, sudah jadi tradisi keluarga kami lebaran idul fitri tempat berkumpulnya keluarg besar di kampung. dan begitu juga dengan aku yang merantau di kota kecil untuk melanjutkan pendidikan di wajibkan pulang untuk berkumpul sama keluarga tercinta. Aku pikir nanti ajalah, kalau udah libur sekolah biar hemat ongkos.
heheheheheheh.
maklum anak rantau kos lagi. Hari-hariku selalu memikirkan nya, aku juga berkeyakinan, dia pasti cantik, bersih, putih, dan bertubuh ideal seperti yang aku harapkan, gumam ku di dalam hati.
Aku sering larut dalam lamunan dan tidak bisa konsentrasi belajar di kelas, dan tidak tahu sudah berapa kali aku di tegor guru di kelas Karena tingkah laku yang tidak bisa konsentrasi menerima pelajaran di kelas, Karena ada sesorang yang menari-nari di pikiran ku.
tiga hari sebelum itu, aku bersiap-siap, merapikan pakaian ku, karena aku gak sabar untuk segera pulang dan bertemu dengan dia, untuk sementara ini dia pujaan hatiku.
Setelah menempuh jarak lebih kurang 2 jam lebih 30 menit, aku pun tiba dirumah,
Dan rasa suka citaku mengebuh gak sabaran ingin bertemu dan berkumpul sama keluargaku, dan tentunya bisa bertemu dengan dia pujaan hatiku.
Kesokan harinya, aku berniat untuk main kerumahnya , tepat jam 12 siang, aku keluar rumah dan berencana menemuin pujaan hatiku, dan tentunya dengan gaya yang menurut aku keren dan kece, wangi parfum yang semerbak meyelimuti tubuhku.
Tapi entah kenapa, baru setengah perjalanan, nyali aku ciut, aku benar-benar gugup dan tidak punya keberanian padahal masih jauh tiba di rumahnya.
Akhirnya aku kembali kerumah, dan menganti pakaian aku lagi.
Aku gagalkan rencana untuk bertemu dengan dia dan akupun berdiam diri dirumah, dua hari sudah aku berdiam diri dirumah, main dengan teman-teman aku dan kelayapan gak karuan.
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, mandi dan bersiap –siap untuk menunaikan kewajibanku melaksanakan sholat idul fitri.
Bersambung ke 2 klik di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hai sahabat
Jangan lupa di komentar ya..